Kau
yang terlalu tinggi itu tak sepatutnya berdiri dengan begitu gagah penuh
kesombongan hingga melupakan apa yang seharusnya kau lalukan. Engkau yang
tinggi itu, belajarlah kepadanya. Ia yang tak pernah merasa dirinya tinggi. Ia
yang merasa kurang, tetapi selalu-lah bersyukurt terus. Ia pun tak ingin
dikenal oleh siapapun pada apa yang tampak pada dirinya yang bisa diingat orang lain.
Hanya
saja, tetaplah orang menahu meskipun ia telah mengubah-ubah sedikit pada
bagiannya. Benarlah demikian. Kebaikan dan keburukanlah yang akan selalu
diingat orang lain. Sama halnya dengan kebaikannya yang tanpa meminta imbal
balik.
Ia.
Lelaki yang sendiri dengan segala macam apa yang ada di dalam pikirannya yang
tak pernah orang lain menyangka dalam keterdiamannya, teramatlah banyak
problema-problema yang seseorang pun tak menahu. Terkecuali orang yang tahu
betul akan dirinya.
Ia
yang berada di sana. Ia yang tak ingin seorang pun menahu siapa asli dia dan
juga apa-apa yang sudah pernah ia lakukan kepada orang lain.
-N.K.
Karunasankara-
Nawasena Kawindra Karunasankara